- Bahasa pemrograman tingkat rendah (low level language), merupakan bahasa pemrograman generasi pertama, bahasa pemrograman jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Biasanya yang mengerti hanyalah pembuatnya saja karena isinya program berupa kode-kode mesin.
- Bahasa pemrograman
tingkat tinggi (high level language) merupakan bahasa yang mempunyai ciri lebih
terstruktur, mudah dimengerti
karena menggunakan bahasa sehari-hari contoh bahasa level ini adalah : Delphi,
Pascal, ORACLE,MS-SQL, Perl, Phyton, Basic, Visual Studio (Visual Basic, Visual
FoxPro), Informix, C, C++, ADA, Java, PHP, ASH, XML, dan lain-lain.bahasa
seperti Java, PHP, ASH, XML biasanya digunakan untuk pemrograman pada internet,
dan masih banyak lagi yang terus berkembang yang saat ini biasanya dengan
ekstensi .net (baca: dot net) seperti Visual Basic.NET dan Delphi.NET yang
merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan pada aran berbasis internet.
Berdasarkan terapannya bahasa pemrograman dapat digolongkan atas dua kelompok besar :
- Bahasa pemrograman bertujuan khusus. Yang termasuk kelompok ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi). Fortran (terapan komputasi ilmiah), bahasa rakitan (terapan pemrograman mesin), Prolog (terapan kecerdasan buatan), bahasa-bahasa simulasi, dan sebagainya.
- Bahasa pemrograman bertujuan umum, yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, yang termasuk kelompok ini adalah bahasa Pascal, Basis dan C.
Algoritma adalah urutan langkah-langkah logispenyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai benar atau salah
Pertimbangan dalam pemilihan algoritma :
- Pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukkan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algortima tersebut bukanlah algoritma yang baik.
- Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aprosimaksi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan) .
- Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin buruklah algoritma tersebut.
Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu komputer yang mengarah kedalam terminologi algoritma namun, jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang dapat dinyatakan dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang dinyatakan dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai suatu algoritma.
Program adalah kumpulan pernyataan
komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah
algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa
disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa
pakar, memberi formula bahwa:
Program = Algoritma =
Bahasa (Struktur Data)
Bagaimanapun juga struktur data dan
algoritma berhubungan sangat erat pada program. Algoritma yang baik tanpa
pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik,
demikian juga sebaliknya.
v Belajar bahasa
pemrograman
v Belajar tentang strategi
pemecahan masalah
v Metodologi dan
sistematika pemecahan masalah kemudian menuliskannya dalam notasi yang
disepakati bersama.
v Designer program
Belajar
Bahasa Pemrograman :
v Belajar memakai suatu
bahasa pemrograman, aturan sintaks, tatacara untuk memanfaatkan pernyataan yang
spesifik untuk setiap bahasa.
v Coder.
Produk
yang Dihasilkan Pemrogram :
v Program dengan rancangan
yang baik (metodologis, sistematis)
v Dapat dieksekusi oleh
mesin.
v Berfungsi dengan benar
v Sanggup melayani segala
kemungkinan masukkan
v Disertai dokumentasi
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.
Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang sering
digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah¬kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang yang membaca proposal tersebut. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis :
1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain :
1. nama proposal
2. pendahuluan
3. tujuan
4. bentuk/jenis kegiatan
5. pelaksanaan
6. panitia pelaksana (terlampir)
7. biaya/dana (rincian terlampir)
8. harapan
9. lampiran
Manfaat Proposal :
- Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
- Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan
tersebut.
- -meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.
II. Ciri-Ciri Proposal :
- Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.
- Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.
- Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.
- Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat proposal :
- Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan
- Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan2 hasil kesepakatan seluruh panitia
- Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis
- Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui.
- Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
- Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal.
Jenis-Jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
Isi Proposal
Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.
Tujuan membuat proposal
Dapat diartikan proposal merupakan suatu penjabaran peneltian, tujuan dari pembuatan proposal biasanya untuk mejabarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat dikatakan juga proposal merupakan suatu dokumentasi hasil penelitian.
Jenis - Jenis Proposal
Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu :
1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.
3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.
1. Pendahuluan
- Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
- Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
- Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
- Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
- Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian.
3. Tujuan
- Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
- Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.
Contoh :
- Memperoleh kader-kader KMHDI.
- Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI.
4. Tema
- Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
5. Jenis Kegiatan
- Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
- Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
- Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh : Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing-masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata-rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7. Sasaran/Peserta
- Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
- Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
- Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
10. Susunan Panitia
- Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
- Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
- Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
- Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
- Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.
- Terakhir, diikuti dengan lampiran.
Sebelum saya menampilkan contoh normalisasi basis data dari kwitansi RS,
ada baiknya kita review kembali mengenai teori dasar normalisasi
berikut ini:
1. Normalisasi merupakan salah satu teknik perancangan basis data selain ERD (Entity Relationship Diagram)
2. Inti dari normalisasi itu sendiri yaitu untuk menghasilkan struktur tabel yang normal/baik.
3. Jadi normalisasi itu adalah sebuah cara untuk memisahkan / memecah
tabel yang mengalami redudansi data ke dalam tabel dua entitas / tabel
atau lebih .
Tahapan-tahapan normalisasi:
1. Unnormalisasi
2. Normalisasi 1 (1 NF)
3. Normalisasi 2 (2 NF)
4. Normalisasi 3 (3 NF)
Berikut adalah dokumen dasar berupa kwitansi dari Rumah Sakit yang akan saya coba normalisasi:
TAHAPAN NORMALISASI UNTUK KWITANSI RS:
1. UNNORMALISASI (TIDAK NORMALISASI/UNNORMALIZE)
2. NORMALISASI PERTAMA (1 NF)
3. NORMALISASI KEDUA (2NF)
4. NORMALISASI KETIGA (3 NF)
Untuk kasus-kasus yang sederhana seperti contoh diatas, tahapan
normalisasi rata-rata cuma sampai pada tahapan normalisasi ketiga,
karena sudah menghasilkan tabel yang normal.
Untuk memastikan kebenaran isi tabel dan hubungan antar tabel, kita
harus melakukan pengujiann data. Caranya lakukan saja relasi tabel dari
tabel-tabel yang sudah berhasil kita pecah. Bila tidak ada hubungan
antar tabel maka dapat dikatakan perancangan suatu basis data yang kita
lakukan itu adalah ‘gagal’.
Atau untuk lebih meyakinkan kita, coba hasil dari perancangan tsb
praktikan pada salahsatu DBMS, kemudian rencanakan kebutuhan informasi
yang akan kita ambil dari database tersebut, field-field apa saja yang
akan kita tampilkan, kemudian buatlah query untuk menampilkan
field-field yang kita inginkan tersebut. Di coba ya.....
Perkembangan teknologi dalam bidang elektronika dan instrumentasi
mengalami kemajuan sangat pesat, bila kita kembali ke beberapa tahun
lalu maka kita akan menemukan rangkaian elektronika menggunakan tabung
hampa, komponen diskrit seperti diode dan transistor. Maka untuk
sekarang ini kita akan menggunakan sistem digital. Peralatan atau
komponen yang digunakan dalam sistem digital merupakan susunan angka –
angka yang dinyatakan dalam bentuk digital ( rangkaian digital ). Pada
rangkaian elektronika digital sinyal listrik yang dipakai berubah secara
diskrit ( kondisi high atau kondisi rendah ) sesuai dengan logika ( 1
dan 0 ). Kondisi tinggi atau high dinyatakan dengan notasi 1 dan kondisi
rendah atau low dinyatakan dengan notasi 0. Komponen elektronika yang
sudah memakai sinyal digital sebagai contoh adalah komputer, gerbang
logika, PDA ( personal data assistant ), dan mikroprosesor.Sistem digital yang saat ini digunakan mempunyai kelebihan daripada
sistem sebelumnya yang menggunakan sistem analog. Sistem analog atau
digital memproses sinyal – sinyal yang bervariasi dengan waktu yang
memiliki nilai kontinyu atau diskrit. Perbedaan sinyal analog yang
kontinyu dan sinyal digital dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2
dibawah ini:
Beberapa keuntungan dalam menggunakan sistem digital dibandingkan dengan sistem analog antara lain :
- Sinyal yang dihasilkan lebih baik dan akurat
- Noise atau gangguan lebih rendah
- Mudah didesain
- Data dapat disimpan
- Dapat diprogram dan dilakukan perhitungan melalui program
- Fleksibilitas dan fungsionalitas lebih baik
- Lebih ekonomis
- Lebih cepat dalam menghasilkan keluaran
- Tabel kebenaran ( truth table ) : suatu kombinasi yang mungkin dari masukan – masukan biner pada sebuah rangkaian digital dan keluaran – keluarannya.
- Aljabar Boolean : memperlihatkan logika pada sebuah format fungsional.
- Gerbang logika : Ada beberapa macam gerbang logika yang digunakan antara lain gerbang NOT, gerbang AND, gerbang NAND, gerbang OR, gerbang NOR, gerbang XOR, dan gerbang XNOR
- Dengan software seperti EWB , Eagle dan aplikasi – aplikasi lainnya.
Beberapa sistem bilangan yang ada dalam bidang elektronika dan instrumentasi antara lain :
1. Bilangan desimal
Bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki basis 10.
Anggota bilangan desimal antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. ( r = 10)
2. Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang memiliki basis 2.
Anggota bilangan biner antara lain 0 dan 1. ( r = 2 )
3. Bilangan oktal
Bilangan oktal adalah bilangan yang memiliki basis 8.
Anggota bilangan oktal antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. ( r = 8 )
4. Bilangan heksadesimal
Bilangan heksadesimal adalah bilangan yang memiliki basis 16.
Anggota bilangan heksadesimal antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. ( r = 16 )
Dalam sistem bilangan dalam bidang elektronika juga diperkenalkan konversi bilangan. Konversi bilangan yang ada antara lain :
1. Konversi bilangan desimal ke biner
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 2, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah bentuk bilangan biner dari nilai desimal.
Contoh soal :
Ubah bilangan desimal 10 ke bilangan biner ?
Jadi bilangan biner untuk bilangan desimal 10 adalah 1010
2. Konversi bilangan biner ke bilangan desimal
Setiap urutan nilai bilangan biner dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai biner tersebut dikalikan dengan bobot masing – masing bilangan biner.
Contoh soal :
Ubah bilangan biner 1010 ke bilangan desimal ?
Jadi bilangan desimal untuk bilangan biner 1010 adalah 10
3. Konversi bilangan desimal ke bilangan oktal
Nilai bilangan desimal dibagi dengan 8, pembacaan nilai akhir hasil pembagian dan urutan sisa hasil pembagian adalah hasil bilangan oktal dari bilangan desimal.
Contoh soal :
Ubah bilangan desimal 529 ke bilangan oktal ?
Jadi bilangan oktal untuk bilangan desimal 529 adalah 1021
4. Konversi bilangan oktal ke bilangan desimal
Setiap nilai urutan bilangan oktal dijumlahkan, dengan terlebih dahulu nilai oktal tersebut dikalikan dengan bobot masing –masing bilangan oktal.
Contoh soal :
Ubah bilangan oktal 1021 ke bilangan desimal ?
Jadi bilangan desimal untuk bilangan oktal 1021 adalah 529
5. Konversi bilangan desimal ke bilangan heksadesimal
Konversi bilangan desimal ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti cara sebelumnya dengan melakukan pembagian bilangan desimal dengan 16 sehingga sisa dan urutan sisanya adalah hasil bilangan heksadesimal.
Untuk ini akan digunakan cara lain agar dapat menambah referensi dan ilmu pengetahuan.
Contoh soal :
Ubah bilangan desimal 5052 ke bilangan heksadesimal ?
Jadi bilangan heksadesimal untuk bilangan desimal 5052 adalah 13BC
6. Konversi bilangan heksadesimal ke bilangan desimal
Dengan melakukan cek kebenaran hasil sebelumnya dapat diketahui hasil bilangan desimal tersebut. Dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti konversi – konversi sebelumnya untuk mendapatkan bentuk bilangan desimal.
Contoh soal :
Ubah bilangan heksadesimal 13BC ke bilangan desimal ?
Jadi bilangan desimal untuk bilangan heksadesimal 13BC adalah 5052
7. Konversi bilangan oktal ke bilangan biner
Setiap digit bilagan oktal dapat direpresentasikan ke dalam 3 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan oktal diubah secara terpisah.
Contoh soal :
Ubah bilangan oktal 4567 ke bilangan biner ?
Yang diambil adalah 3 digit terakhir atau yang tercetak hitam.
Jadi bilangan biner untuk bilangan oktal 4567 adalah 100 101 110 111
8. Konversi bilangan biner ke bilangan oktal
Pengelompokan setiap tiga digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB. Setiap kelompok akan menandakan nilai oktal dari bilangan tersebut.
Contoh soal :
Ubah bilangan biner 11110011001 ke bilangan oktal ?
Langkah pertama adalah bagi bilangan biner tersebut menjadi 3 digit
Langkah kedua adalah mengganti bilangan biner
Jadi blangan oktal untuk bilangan biner 11110011001 adalah 3631
9. Konversi bilangan heksadesimal ke bilangan biner
Setiap digit bilangan heksadesimal dapat direpresentasikan ke dalam 4 digit bilangan biner. Setiap digit bilangan heksadesimal diubah secara terpisah.
Contoh soal :
Ubah bilangan heksadesimal 2AC ke bilangan biner ?
Jadi bilangan biner untuk bilangan heksadesimal 2AC adalah 0010 1010 1100
10. Konversi bilangan biner ke bilangan heksadesimal
Pengelompokan setiap empat digit bilangan biner mulai dari LSB hingga MSB . setiap kelompok akan menandakan nilai heksa dari bilangan tersebut.
Contoh soal :
Ubah bilangan biner 0010 1010 1100 ke bilangan heksadesimal ?
Jadi bilangan heksadesimal untuk bilangan biner 0010 1010 1100 adalah 2AC
Contoh soal 2 :
Ubah bilangan biner 10011110101 ke bilangan heksadesimal ?
Jadi bilangan heksadesimal untuk bilangan biner 10011110101 adalah 4F
Manusia
telah lama menggunakan alat untuk membantu aktiviti harian mereka contohnya
dalam kiraan. Antara contoh alat kiraan terawal ialah dacing, yang membolehkan berat sesuatu benda dibandingkan.
Manakala sempoa ataupun
dekak-dekak merupakan alat pertama yang digunakan untuk mengira. Sejarah
perkomputeran memiliki erti yang sangat penting bagi kita. Selama dua dekad
terakhir telah banyak terjadi sesuatu yang menggemparkan tetapi tidak semeriah
sejarah komputer elektronik. Pada masa orang-orang tinggal dan bekerja,
penemuan komputer oleh John V. Atanasoff (1942) bisa digolongkan pada salah
satu dari peristiwa-peristiwa yang penting dalam sejarah. Namun, semua tidak
terjadi begitu saja. Ada beberapa penemuan & peristiwa pada masa sebelumnya
yang mendasari itu semua.
Sejarah
Purbakala Sejarah komputer elektronik moden memang dianggap mulai pada tahun
1942, tetapi penemuan-penemuan sebelumnyalah yang lebih berperan dalam
penemuan-penemuan komputer elektronik berikutnya.
Abacus
Abacus mungkin alat hitung manual pertama di dunia. Abacus (mungkin) telah
ditemukan setidaknya 5000 tahun yang lalu. Kemampuannya telah terbukti sejak
digunakannya sebagai alat penghitung di sekolah dan perbisnesan moden. Sekarang
abacus lebih di kenal sebagai cipoa. Sebenarnya, abacus berasal dari Mesir,
tetapi oleh orang Cina dibawa ke negerinya sehingga berubah namanya menjadi
cipoa.
Pascaline
Blaise Pascal (1623-1662), seorang ahli filosofi dan matematika, menemukan alat
penghitung mekanik pertama yang berupa mesin. Alat tersebut disebut Pascaline
dan menggunakan ‘roda penghitung’ untuk menjumlahkan bilangan. Walaupun atas
penemuannya ini Pascal dipuji sampai keseluruh Eropa, tetapi Pasaline merupakan
alat yang sukar untuk diperbaiki jika rusak. Hanya Pascal saja yang bisa
memperbaiki alat tersebut, sehingga para pengusaha menganggap alat tersebut
terlalu kompleks. Selain itu pada masa tersebut tenaga kerja bidang perhitungan
aritmatik sangat murah dibanding dengan tenaga kerja bidang mesin.
Bagaimanapun
desain ‘roda penghitung’ masih digunakan oleh seluruh alat hitung setidaknya
sampai pertengahan tahun 1960. Kemudian alat penghitung mekanik telah dianggap
usang sejak ditemukannya alat penghitung elektronik.
Babbage’s
Folly Mungkin Charles Babbage (1792-1871) yang telah mempercepat perkembangan komputer
sejak 1600-an. Ia memajukan perkomputeran di bidang hardware dengan menemukan
sebuah difference engine yang memungkinkan perhitungan tabel matematika. Pada
tahun 1834, ketika bermaksud mengembangkan difference engine-nya, Babbage
menemukan ide mengenai analytical engine. Orang-orang yang skeptik menyebut
penemuannya dengan nama Babbage’s Folly (kebodohan Babbage). Babbage bekerja
dengan mesin penganalisanya hingga meninggal.
Pemikiran-pemikiran
Babbage yang terperinci (hasil penelitiannya) menggambarkan karakteristik dari
komputer elektronik modern. Semenjak Babbage dilahirkan pada era teknologi
elektronik, mesin berhitung elektronik mungkin telah ditemukan jauh sebelumnya.
Ironisnya, para pelopor sebelumnya dalam pengembangan mesin berhitung elektronis
tidak sadar akan idenya mengenai memori, printer, punched-card dan serangkaian
program pengontrol.
Peralatan
Punched-card Punched-card Pertama Alat tenun Jacquard ditemukan tahun 1801 dan
masih digunakan sekarang, alat ini dikendalikan dengan punched-card
(punched-card). Punched-card ditemukan oleh orang Perancis yang bernama
Joseph-Marie Jacquard (1752-1834). Lubang merupakan inti dari punched-card dan
kartu-kartu tersebut menunjukkan desain untuk tenunan.
Babbage
ingin menerapkan konsep punched-card dari alat tenun Jacquard untuk analytical
engine-nya. Pada tahun 1843, Lady Ada Augusta Lovelace menilai punched-card
tersebut bisa dirancang untuk menginstruksikan mesin analisis milik Babbage
untuk mengulang operasi-operasi tertentu. Atas penilaiannya, beberapa orang
menganggap Lady Lovelace sebagai programmer pertama (walaupun masih
diperdebatkan).
Munculnya
Pemrosesan Data Otomatis The U.S. Bureau of Cencus tidak menyelesaikan sensus
sejak tahun 1880 sampai hampir 1888. Pimpinan Bureau segera menghentikannya
sebelum berlangsung selama 10 tahun. Komisi The U.S. Bureau, Herman Hollerith
seorang ahli statistik menggunakan keahliannya dalam menggunakan punched-card
untuk sensus pada tahun 1890. Dengan pemrosesan punched-card dan mesin
Hollerith (Hollerith’s punched-card machine), sensus bisa selesai dalam waktu
2,5 tahun. Inilah dimulainya pemrosesan data secara otomatis. Jerih payah Dr.
Hollerith membuktikan sekali lagi bahwa “kebutuhan merupakan ibunya penemuan”.
Hollerith
mendirikan Tabulating Machine Company dan menjual produknya ke seluruh dunia.
Permintaan mesin Hollerith menyebar sampai ke Rusia. Sensus pertama di Rusia
(1897) menggunakan mesin Hollerith. Pada tahun 1911, Tabulating Hollerith
Company merger dengan beberapa perusahaan lain dan berganti nama menjadi
Computing-Tabulating-Recording Company.
Electromechanical
Accounting Machine Hasil (output) dari mesin Hollerith masih harus ditulis
tangan, sampai pada tahun 1919 Computing-Tabulating-Recording Company
mengumumkan telah menciptakan printer/lister yang lama kelamaan merubah jalan
hidup perusahaan tersebut. Untuk mengembangkan jangkauannya, pada tahun 1924
perusahaan tersebut merubah namanya menjadi International Business Machine
Corporation (IBM).
Sampai
pertengahan tahun 1950, teknologi punched-card diperbaiki dengan penambahan
beberapa alatnya serta kemampuan yang lebih pintar. Pada setiap kartu biasanya
mengandung sebuah record (misal nama dan alamat), pada pemrosesan punched-card
juga ada yang disebut sebagai unit record processing (satu kartu = satu
record). Walaupun pemrograman interaktif dan on-line data entry telah membuat
punched-card secara ekonomis usang, kita masih bisa menemukannya di tempat
terpencil (mungkin tidak di Indonesia).
Keluarga
dari mesin punched-card Electromechanical Accounting Machine (EAM) tersedia
dengan card punch, verifier, reproducer, summary punch, interpreter, sorter,
collator, calculator, dan mesin akunting. Kebanyakan dari alat-alat tersebut di
program untuk melakukan operasi khusus dengan menyisipkan papan kontrol yang
prewired. Sebuah panel yang berbeda terhubung (wired) untuk tiap jenis operasi
untuk bekerja.
Pemrosesan
Punched-card Ruangan mesin yang menggunakan punched-card telah membuka lowongan
kerja. Beberapa ruangan tersebut mirip sebuah pabrik. Punched-card dan hasil
cetakan dari printer dipindahkan dari alat lain ke yang lainnya dengan
menggunakan gerobak tangan. Tingkat kebisingannya tidak jauh berbeda dengan
sebuah pabrik mobil.




